Penutupan Layanan CBN Cable Internet (Wed, Jun 4 2014)
  NEWS | TECH |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Showbiz News | Hang Out | E-Cards | Review | Horoscopes | Clubbing
 
   
Movie Review  
 




SuaraMerdeka

"Hugo", Puisi Scorsese
Movie Review Tue, 13 Mar 2012 14:00:00 WIB


Martin Scorsese datang membawa puisi. Via film terkininya berjudul Hugo 3D, yang bernarasi tentang drama fantasi, yang diangkat dari novel karya Brian Selznick berjudul The Invention of Hugo Cabret, dia membawa kita ke dunia dongeng yang indah.

Kisah tentang seorang bocah yatim bersama Hugo Cabret yang hidup seorang diri di sebuah stasiun kereta di Paris, Prancis, dan pemilik sebuah mainan rahasia yang akan mengungkap sebuah misteri besar, dikisahkan dengan liris layaknya puisi oleh Scorsese.

Scorsese yang menggamit penulis skenario John Logan, kemudian bersama sejumlah pelakon terpilihnya seperti Asa Butterfield, Chloë Grace Moretz, Ben Kingsley, Sacha Baron Cohen, Ray Winstone, Emily Mortimer, Jude Law dan Christopher Lee, sekaligus berhasil menyihir medium film menjadi seperti arena bermain yang menyenangkan.

Meski film yang didistribusikan Paramount Pictures menyajikan sebuah cerita yang tidak kacangan, apalagi pisican juga klise. Yaitu historiografi industri film kali pertama ditemukan, dan dipertontonkan. Sejarah film, yang kali pertama dipertontonkan di Paris menimbulkan kegemparan layaknya tontonan sulap. Yang pada sebuah masa, menjadi tontonan favorit khalayak ramai, sebelum akhirnya digantikan film.

Nah, via sosok bernama Hugo itulah dongeng pencarian, dan keberanian menghadapi masa lalu untuk kemudian dijadikan sangu menghadapi masa kini dan depan, disajikan di film Hugo dengan sangat menawan. Tidak ada darah yang tumpah di film ini, tapi keharuan cukup mampu disajikan dengan kebersahajaan ceritanya.

Tidak berlebihan jika Hugo mendapatkan 11 nominasi di Academy Awards yang baru saja usai, termasuk untuk kategori Best Picture, dan Best Director untuk Martin Scorsese. Namun, sayangnya hanya mendapatkan lima Oscar, untuk kategori Best Sound Mixing, Best Sound Editing, Best Art Direction, Best Visual Effects dan Best Cinematography.

Hugo tercatat juga telah memenangi dua penghargaan di BAFTA dan dinominasikan di tiga kategori di Golden Globe Awards, sekaligus mengantar Scorsese mendapatkan Golden Globe Award untuk kali ketiga untuk kategori Best Director.

Restorasi seni
Kisah Hugo bersetting tahun 1931, dan memusat pada tokoh Hugo Cabret (12 tahun), yang mempunyai jalinan persahabatan dengan seorang master mainan anak-anak. Pada sesi kilas balik, dilukiskan Hugo bocah kerap diajak mendiang ayahnya menonton bioskop karya Georges Méliès. Hingga karena sebuah kecelakaan, ayah Hugo wafat dalam sebuah kebakaran. Dan sejak itu, dirinya dirawat pamannya yang berprofesi sebagai seorang ahli jam di stasiun kereta Gare Montparnasse Paris, meski kesehariannya adalah tukang mabuk. Hingga akhirnya, pamannya raip entah ke mana.

Sejak saat itulah, Hugo mempertahankan hidup dengan caranya sendiri. Cara petualangan, yang emoh menyerah dengan kesendirian, juga kepapaan. Dari kesendiriannya itulah, dia mengamati keramaian stasiun kereta, yang nyaris tidak pernah sepi apalagi mati. Hingga petualangan membawanya bersiborok nasib dengan Georges Méliès, sang sutradara film besar, yang raib dari ingar-bingar industri film, dan menyaru hidup sebagian tukang bikin betul mainan anak-anak.

Rahasia Melies yang akan terungkap dari robot mainan milik Hugo itulah, yang disajikan di film ini layaknya puisi liris. Seliris dongeng anak-anak yang akan meninabobokan penikmatnya.

Sehingga tidak berlebihan pula bila beberapa institusi penera film di Hollywood melayangkan sanjung puji kepada film ini. Roger Ebert dari Chicago Sun-Times bahkan memberikan bintang empat kepada Hugo, sembari mengatakan, "Hugo adalah film yang tidak sebagaimana film lain yang pernah dibuat Scorsese. Ini film yang paling terdekat dengan perasaannya. Inilah sebuah film dari seniman besar dengan sentuhan besarnya."

Richard Corliss dari majalah Time juga menyebut Hugo sebagai satu dari 10 film terbaik di tahun 2011, atau one of the Top 10 Best Movies of 2011, sembari mengatakan, "Scorsese sangat mencintai puisi. Via film ini dengan segala kerendahan hatinya, dia merestorasi reputasinya sebagai pioneer sekaligus pembawa kejayaan film dalam sejarah. Juga menyajikan sebuah teknik baru lewat kemampuan seninya yang sangat tinggi."

(Benny Benke/CN15)

Sumber: SuaraMerdeka




Other articles

'The Artist': Sebuah Surat Cinta untuk Sinema
Tue, 06 Mar 2012 14:00:00 WIB
Kebenaran Adalah Sumber Kekacauan
Sat, 25 Feb 2012 10:30:00 WIB
The Ides of March
Tue, 21 Feb 2012 13:55:00 WIB

 

 
Seven Music Indonesia lensaindonesia.com Alfa Records Spinach Records
 
 
452


miliar rupiah dikabarkan nilai cincin kawin yang akan dikenakan oleh Kate Middleton


(daily mail)


 
Horoscopes
 

Fokuskan pikiran pada apa yang Anda tuju di akhir tahun ini.


read more...